Menyusun tarif angkutan per tujuan tanpa mengubah riwayat
Pelanggan yang menyebut tujuan sama belum tentu memesan pekerjaan sama. Lokasi bongkar, jenis kendaraan, muatan, dan cara menghitung ongkos bisa berbeda. Daftar tarif membantu pemilik menjawab penawaran dengan dasar yang jelas. Pisahkan harga penawaran dari ongkos yang akhirnya disepakati untuk setiap perjalanan agar perubahan harga tidak mengubah catatan lama.
Tulis pekerjaan yang termasuk harga
Mulai dari pasangan lokasi muat dan bongkar, bukan nama kota saja. Cantumkan jenis kendaraan, jenis muatan, satuan tagih, serta tanggal mulai berlaku. Jelaskan apakah harga mencakup tol, bongkar muat, perjalanan kembali, atau hanya jasa angkut. Biaya menunggu dan perubahan lokasi perlu kesepakatan tersendiri sebelum pekerjaan berjalan.
- Per rit: tulis batas pekerjaan satu perjalanan dan jumlah titik bongkar yang disepakati.
- Per ton: tentukan bukti berat yang dipakai serta cara menangani selisih timbang.
- Per hari: tulis jam layanan dan perlakuan pekerjaan melewati waktu kesepakatan.
Contoh versi tarif untuk pekerjaan berbeda
Seluruh rute, tanggal, dan harga berikut fiktif untuk latihan, bukan tarif pasar. Anggap tiap baris sudah mempunyai catatan cakupan pekerjaan yang sama-sama disetujui. Baris pertama dan kedua menunjukkan pergantian harga, sedangkan baris ketiga adalah pekerjaan dengan kendaraan dan satuan berbeda.
| Rute | Jenis kendaraan | Satuan | Tarif | Masa berlaku |
|---|---|---|---|---|
| Gudang A ke Depo B | Truk bak | Per rit | Rp1.800.000 | 1 sampai 30 Juni 2026 |
| Gudang A ke Depo B | Truk bak | Per rit | Rp1.950.000 | Mulai 1 Juli 2026 |
| Gudang A ke Depo B | Truk boks | Per ton | Rp250.000 | Mulai 1 Juli 2026 |
Simpan harga lama dan bukti persetujuan
Dalam contoh fiktif, dua rit yang disepakati memakai harga Juni bernilai 2 × Rp1.800.000 = Rp3.600.000. Harga Juli tidak boleh mengganti ongkos dua rit tersebut. Simpan tanggal persetujuan, nomor penawaran, dan harga yang dipakai pada catatan perjalanan, termasuk pengecualian harga untuk pelanggan tertentu.
Jika satuan berubah dari per rit menjadi per ton, buat versi baru dengan dasar hitung baru. Jangan sekadar mengganti nama satuan pada tarif lama. Contoh fiktif muatan 8 ton dengan tarif Rp250.000 per ton menghasilkan Rp2.000.000, hanya jika berat dan cakupannya memang disepakati demikian.
Periksa sebelum memberi penawaran
Bandingkan harga dengan biaya perjalanan milik usaha sendiri, kondisi akses, waktu tunggu, dan kemungkinan pulang kosong. Jangan memakai angka latihan sebagai patokan penawaran. Saat pelanggan meminta tambahan pekerjaan, konfirmasi ongkos tambahan tertulis. Simpan perubahan beserta alasannya sehingga pemilik, supir, dan pelanggan merujuk kesepakatan yang sama saat tagihan diperiksa.