Memisahkan uang pribadi dan uang usaha
Uang usaha truk mudah tercampur dengan uang rumah karena keduanya lewat di rekening yang sama. Pemisahan tidak harus rumit. Yang penting setiap pengambilan pemilik dan setiap biaya pribadi punya catatan, sehingga saldo kas usaha tidak terlihat lebih besar dari kenyataan.
Pisahkan wadahnya lebih dulu
Jika memungkinkan, gunakan satu rekening khusus untuk penerimaan ongkos dan pembayaran operasional. Rekening pribadi tetap untuk kebutuhan rumah. Bila belum bisa membuka rekening baru, tetapkan satu dompet atau satu buku khusus usaha dan jangan memakai uangnya untuk belanja pribadi tanpa catatan.
- Satu rekening atau dompet untuk penerimaan pelanggan.
- Satu catatan untuk pengeluaran operasional, sekecil apa pun.
- Satu catatan prive untuk uang usaha yang dipakai pemilik.
- Bukti transfer dan nota disimpan menurut tanggal.
Catat prive sebagai pengambilan, bukan biaya
Uang usaha yang diambil pemilik untuk keperluan rumah bukan biaya operasional. Catat sebagai prive atau pengambilan pemilik. Jika dicampur ke biaya, laba usaha akan terlihat lebih kecil dan keputusan tarif menjadi salah.
Sebaliknya, uang pribadi yang dipakai untuk membeli solar atau membayar tol adalah tambahan modal atau piutang pemilik ke usaha. Catat asalnya agar pengeluaran itu tidak dihitung dua kali.
Periksa tiga angka setiap akhir bulan
Cocokkan saldo rekening, saldo buku kas, dan jumlah prive. Selisihnya harus bisa dijelaskan oleh transaksi yang belum tercatat, biaya bank, atau uang yang masih di tangan supir. Jangan menutup selisih dengan angka "lain-lain" tanpa keterangan.
Kebiasaan ini membuat laporan laba rugi lebih jujur. Pemilik bisa melihat apakah usaha benar-benar menghasilkan uang atau hanya memindahkan uang dari satu kebutuhan ke kebutuhan lain.