Mengikat muatan di bak truk: titik pengikat, alat, dan pemeriksaan ulang
Diterbitkan Diperbarui
Mengikat muatan bukan pekerjaan menutup barang dengan terpal lalu mengencangkan tali sebisanya. Muatan dapat bergeser ke depan saat mengerem, ke belakang saat menanjak, atau ke samping saat berbelok. Cara pengikatan perlu mengikuti bentuk, berat, dan titik pengikat yang tersedia, serta diperiksa kembali setelah kendaraan berjalan beberapa saat.
Titik pengikat dan alat harus jelas kekuatannya
Periksa titik pengikat pada rangka atau bak, bukan pada bagian karoseri yang hanya dirancang untuk menahan panel. Alat pengikat seperti strap, rantai, dan pengunci perlu memiliki rating yang sesuai dan tidak rusak. Tali yang terlihat utuh belum tentu layak jika seratnya sudah melemah atau logamnya berkarat.
FMCSA menjelaskan bahwa sistem pengikatan muatan harus mampu menahan gaya saat kendaraan mengerem, berakselerasi, dan berbelok. Aturan itu berlaku di yurisdiksi tertentu dan tidak secara otomatis menjadi hukum Indonesia, tetapi prinsipnya berguna: pengikat harus dinilai sebagai sistem, bukan sekadar jumlah tali.
Sesuaikan metode dengan bentuk muatan
Barang berbentuk kotak yang ditumpuk membutuhkan pengikat melintang dan pengunci agar susunan tidak bergeser. Pipa atau batang panjang perlu dicegah bergerak memanjang. Peralatan berat memerlukan titik pengikat yang kuat dan distribusi beban yang benar. Jangan memakai satu pola ikatan untuk semua jenis barang.
Gunakan pelindung tepi di tempat tali bersentuhan dengan sudut tajam. Hindari simpul yang dapat longgar sendiri dan jangan mengaitkan strap ke komponen yang dapat berputar atau panas. Jika barang membutuhkan penutup, pastikan terpal tidak menutupi kerusakan pengikat atau menghalangi pemeriksaan.
- Pastikan muatan tidak menonjol melewati batas yang diizinkan dan tidak menutupi lampu atau pelat.
- Sebarkan berat secara merata dan hindari penumpukan yang membuat bagian atas tidak stabil.
- Kunci roda atau alas barang yang dapat menggelinding sebelum diikat.
- Periksa alat pengikat dari sobekan, karat, kait bengkok, atau mekanisme pengencang yang macet.
Periksa ulang setelah kendaraan berjalan
Muatan dapat turun dan mengendur setelah beberapa kilometer, terutama di jalan bergelombang. Berhenti di tempat aman, periksa ketegangan dan posisi barang, lalu kencangkan kembali bila perlu. Jangan berhenti di bahu jalan yang sempit tanpa memberi tanda peringatan yang memadai.
Pemeriksaan ulang juga perlu dilakukan setelah hujan, karena tali dapat mengencang atau mengendur akibat perubahan kondisi. Catat waktu dan hasil pemeriksaan jika usaha memiliki prosedur keselamatan. Kebiasaan ini membantu pengemudi berikutnya mengetahui kondisi muatan dan alat yang dipakai.
Muatan aman bukan hanya soal tali
Batas muatan tetap berlaku walaupun barang sudah diikat kuat. Kemenhub menegaskan bahwa kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan berisiko bagi keselamatan serta infrastruktur. Pengikatan yang baik tidak membuat kelebihan muatan menjadi legal atau aman.
Sebelum berangkat, pastikan pintu bak, dinding, dan lantai mampu menahan beban. Periksa juga apakah muatan menghalangi pandangan, mengenai kabel di atas jalan, atau membuat kendaraan terlalu tinggi. Jika ragu, turunkan sebagian muatan atau gunakan kendaraan yang sesuai.
Sumber rujukan
- FMCSA: Cargo Securement Rulesfmcsa.dot.gov
- Kemenhub: Penertiban kendaraan ODOL di pelabuhan, 10 Oktober 2026kemenhub.go.id