Menghitung biaya operasional truk per kilometer dengan data sendiri
Diterbitkan Diperbarui
Biaya operasional per kilometer berguna untuk menilai apakah sebuah rit masih menguntungkan. Angka itu tidak bisa diambil dari pengalaman kendaraan lain karena harga bahan bakar, rute, muatan, dan perawatan berbeda. Perhitungan yang jujur dimulai dari catatan biaya sendiri dan pemisahan antara biaya yang tetap ada walaupun truk tidak berjalan serta biaya yang mengikuti pemakaian.
Pisahkan biaya tetap dan variabel
Biaya tetap adalah pengeluaran yang tetap timbul dalam periode tertentu, misalnya angsuran atau penyusutan, asuransi, pajak, dan biaya penyimpanan. Biaya variabel mengikuti pemakaian, seperti bahan bakar, ban, perawatan, tol, dan biaya perjalanan. Gaji pengemudi dapat masuk salah satu kelompok tergantung skema pengupahan yang dipakai.
Pemisahan ini penting karena biaya tetap tidak hilang ketika truk menganggur. Kendaraan yang hanya berjalan sedikit tetap membawa beban biaya tetap yang harus ditutup. Jika semua biaya dicampur, pemilik usaha sulit melihat apakah masalahnya ada pada tarif, jumlah rit, atau pemakaian kendaraan.
Kumpulkan angka dari catatan sendiri
Gunakan periode yang lengkap, misalnya satu bulan, dan catat semua pengeluaran yang berkaitan dengan kendaraan. Jangan hanya memakai tanggal pembayaran jika biaya tersebut mencakup beberapa bulan. Untuk ban dan perawatan, gunakan biaya aktual atau cadangan yang disisihkan berdasarkan riwayat sendiri.
Catat juga kilometer yang benar-benar ditempuh dalam periode tersebut. Jika ada perjalanan tanpa muatan, tetap masukkan karena bahan bakar dan keausan tetap terjadi. Pisahkan biaya yang tidak berhubungan dengan operasi truk agar hasilnya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Contoh fiktif perhitungan per kilometer
Contoh berikut seluruhnya fiktif dan hanya untuk latihan. Angka ini bukan harga pasar, tarif, atau data armada mana pun. Misalkan dalam satu bulan truk menempuh 6.000 km dengan biaya tetap fiktif Rp12.000.000 dan biaya variabel fiktif seperti pada tabel.
Total biaya fiktif menjadi Rp24.000.000. Jika dibagi 6.000 km, hasilnya Rp4.000 per km. Angka itu belum tentu cukup untuk menutup margin, pajak, atau biaya kantor. Gunakan hasilnya sebagai dasar perhitungan tarif, bukan sebagai harga jual otomatis.
| Komponen | Jenis | Contoh biaya fiktif |
|---|---|---|
| Penyusutan dan pembiayaan | Tetap | Rp8.000.000 |
| Asuransi dan pajak | Tetap | Rp2.500.000 |
| Penyimpanan dan administrasi | Tetap | Rp1.500.000 |
| Bahan bakar | Variabel | Rp9.000.000 |
| Perawatan dan ban | Variabel | Rp2.250.000 |
| Tol dan parkir | Variabel | Rp750.000 |
Gunakan hasilnya untuk keputusan
Bandingkan biaya per kilometer dengan pendapatan per kilometer pada rute yang sama. Jika pendapatan lebih rendah, periksa apakah penyebabnya tarif, perjalanan kosong, waktu tunggu, atau biaya perawatan. Jangan hanya menaikkan tarif tanpa memahami sumber masalahnya.
Hitung ulang secara berkala ketika harga bahan bakar, rute, atau pola pemakaian berubah. Simpan asumsi dan sumber angka agar perhitungan dapat diperiksa. Biaya per kilometer adalah alat bantu keputusan, bukan angka yang berlaku selamanya.