Membuat laporan laba rugi sederhana untuk usaha angkutan
Diterbitkan Diperbarui
Laporan laba rugi menjawab satu pertanyaan: dalam periode tertentu, apakah usaha angkutan menghasilkan sisa setelah semua biaya? Laporan ini berbeda dari saldo kas. Usaha bisa memiliki uang di rekening tetapi labanya kecil karena masih ada utang, atau sebaliknya. Memisahkan keduanya membuat keputusan tarif dan biaya lebih masuk akal.
Mulai dari pendapatan bersih, bukan uang yang masuk
Catat ongkos angkutan sesuai nilai jasa yang menjadi hak usaha. Jika ada fee pemberi order, kurangkan fee itu lebih dahulu agar pendapatan yang dipakai adalah pendapatan bersih. Uang yang masuk ke rekening bisa berbeda karena pembayaran sebagian, uang muka, atau pelunasan piutang lama.
Jangan menghitung pengembalian kasbon supir sebagai pendapatan. Pengembalian kasbon mengurangi saldo piutang supir, bukan menambah omzet. Kesalahan ini membuat pendapatan terlihat lebih besar dan laba tidak bisa dibandingkan antarbulan.
Pisahkan biaya langsung dan biaya usaha
Biaya langsung adalah biaya yang terjadi karena satu perjalanan, misalnya solar, tol, parkir, upah supir, dan biaya bongkar muat. Biaya usaha adalah biaya yang tetap atau berulang tanpa melihat jumlah rit, misalnya sewa kantor, listrik, gaji administrasi, dan langganan perangkat lunak.
Pemisahan ini penting ketika Anda ingin tahu apakah satu rit masih menguntungkan. Jika semua biaya usaha dibebankan ke setiap rit, biaya per rit bisa terlihat besar. Jika tidak dibebankan sama sekali, laba usaha terlihat lebih tinggi daripada kenyataan.
- Pendapatan bersih setelah fee pemberi order.
- Biaya langsung perjalanan: solar, tol, parkir, upah, dan biaya lapangan.
- Biaya kendaraan: perawatan, ban, pajak, asuransi, dan penyusutan.
- Biaya usaha: administrasi, sewa, komunikasi, dan perangkat lunak.
- Prive pemilik dicatat terpisah, bukan sebagai biaya.
Baca hasilnya dengan tiga perbandingan
Bandingkan laba dengan bulan sebelumnya, dengan jumlah rit, dan dengan nilai aset yang dipakai. Laba yang naik karena jumlah rit naik belum tentu membaik jika biaya per rit juga naik. Laba yang stabil dengan rit lebih sedikit bisa berarti tarif atau efisiensi membaik.
Tutup laporan dengan catatan hal yang belum selesai: piutang, utang bengkel, kasbon supir, dan biaya yang belum masuk. Laporan yang jujur menyebut ketidakpastian, bukan menyembunyikannya di baris lain-lain.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Pendapatan bruto | Rp80.000.000 |
| Fee pemberi order | Rp4.000.000 |
| Pendapatan bersih | Rp76.000.000 |
| Biaya langsung perjalanan | Rp48.000.000 |
| Biaya kendaraan dan usaha | Rp14.000.000 |
| Laba sebelum prive | Rp14.000.000 |
| Prive pemilik | Rp5.000.000 |
| Sisa setelah prive | Rp9.000.000 |