Jadwal pengemudi dan kelelahan: mengelola risiko sebelum jadi kecelakaan
Diterbitkan Diperbarui
Kelelahan mengurangi kewaspadaan, memperlambat reaksi, dan membuat pengemudi mengambil keputusan buruk. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan kopi atau musik keras. Jadwal yang padat, kurang tidur, dan pekerjaan monoton berkontribusi pada risiko. Usaha angkutan perlu menganggap kelelahan sebagai risiko operasional yang dikelola, bukan kelemahan pribadi pengemudi.
Kelelahan bukan masalah kemauan
CDC/NIOSH menjelaskan bahwa kelelahan dapat disebabkan kurang tidur, jam kerja panjang, kerja shift, dan waktu bangun yang lama. Dampaknya termasuk mengantuk, reaksi lambat, pandangan menyempit, dan tidak mengingat beberapa kilometer terakhir. Pengemudi yang merasa kuat belum tentu cukup tidur.
Jangan menilai kesiapan pengemudi hanya dari penampilan. Tanyakan kondisi tidur, jam kerja sebelumnya, dan keluhan kesehatan. Jika pengemudi sedang menjalani pengobatan yang menyebabkan kantuk, diskusikan dengan tenaga kesehatan dan atur penugasan yang aman.
Rancang jadwal dengan ruang pulih
Perhitungkan waktu tempuh, antrean, bongkar muat, dan istirahat dalam jadwal. Jangan menjanjikan waktu tiba yang hanya mungkin dicapai jika pengemudi melanggar batas kecepatan atau mengurangi istirahat. Jadwal yang terlalu ketat menciptakan tekanan yang bertentangan dengan keselamatan.
Sediakan kesempatan tidur yang layak sebelum shift panjang dan tempat istirahat yang aman. Jika perjalanan melewati malam, pertimbangkan pola bergilir atau pengemudi tambahan. Jangan mengandalkan jadwal yang sama untuk semua rute karena kondisi jalan dan waktu tunggu berbeda.
Tanda yang berarti harus berhenti
Menguap berulang, kelopak mata berat, kendaraan keluar jalur, atau tidak ingat beberapa kilometer terakhir adalah tanda bahaya. Pengemudi harus berhenti di tempat aman, bukan menunggu sampai tiba di tujuan. Istirahat singkat dan tidur pendek lebih membantu daripada terus melawan kantuk.
CDC/NIOSH menyarankan pengemudi yang lelah untuk menepi, minum kopi, dan tidur singkat sebelum melanjutkan. Efeknya hanya sementara; kekurangan tidur tetap harus diselesaikan dengan tidur yang cukup. Jangan menggunakan obat atau suplemen tanpa saran tenaga kesehatan.
- Berhenti di tempat aman, bukan di bahu jalan yang sempit.
- Beri tahu pengawas tentang kondisi dan perkiraan waktu lanjut.
- Jangan memaksakan jarak tempuh hanya karena jadwal sudah dibuat.
- Catat kejadian agar pola kelelahan dapat ditelusuri.
Buat pelaporan yang tidak menghukum
Pengemudi perlu yakin bahwa melaporkan kelelahan tidak akan langsung berujung pada sanksi. Tanpa rasa aman, mereka akan tetap berjalan dan menyembunyikan gejala. Tanggapi laporan dengan mengganti jadwal, menambah istirahat, atau menunda keberangkatan jika memungkinkan.
Tinjau insiden dan near miss dengan melihat jam kerja, waktu tidur, dan kondisi perjalanan. Perbaiki jadwal atau jumlah pengemudi jika masalah berulang. Keselamatan tidak cukup ditulis dalam poster; harus terlihat dalam keputusan operasional sehari-hari.